#Login Register
MPB ( Male Pattern Baldness )
  • 0 Vote(s) - 0 Average


09-12-2018, 03:47 PM #1
Ngandika Beard On *****
Status: Offline Posts:286 Threads:16 Joined:Sep 2017 Reputation: 18
Kerontokan rambut pada pria sering disebut juga sebagai Male Pattern Baldness, Male Pattern Hairloss, MPB, Alopecia Androgenica, Androgenic Alopecia, semua kata tersebut mengacu pada kondisi yang sama

Male Pattern Baldness ini sering ditemui dan bahkan menurut salah satu sumber, seperempat pria akan mengalaminya sebelum usia 40 tahun dan pada separuh pada usia 50 tahun. Male Pattern Baldness dipengaruhi oleh faktor hormonal dan genetik walaupun tidak selalu muncul pada setiap generasi.


Penyebab :
Male Pattern Baldness erat kaitannya dengan hormonal, hormon yang berperan penting adalah testosterone dan dihydrotestosterone (DHT). Testosterone dirubah menjad DHT oleh enzyme 5 alpha reductase.. DHT ini memberikan ciri kelamin sekunder pada laki-laki berupa tumbuhnya kumis, jambang, bulu ketiak namun menyebabkan penipisan pada rambut di area kepala. Inilah sebabnya saat memasuki pubertas rambut halus di dahi mulai menghilang dan hal tersebut merupakan hal yang wajar. 

Pada penderita Male Pattern Baldness, kadar DHT ini lebih tinggi dari normal dan bisa juga disertai reseptor pada folikel rambut yang memang lebih peka terhadap DHT. Kadar DHT yang tinggi ini menyebabkan folikel rambut mengalami miniaturisasi sehingga rambut tumbuh dengan ukuran yang lebih tipis disertai ukuran akar rambut yang lebih kecil. Seiring bertambahnya usia, kerusakan folikel ini akan berlanjut sampai folikel menjadi dormant dan tidak menumbuhkan rambut, folikel dormant ini masih memiliki dialiri pembuluh darah kapiler sehingga apabila dirawat dengan baik maka folikel dormant ini masih dapat menumbuhkan rambut kembali. Bila folikel yang dormant ini tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka folikel tersebut akan rusak sepenuhnya, pada tahap ini satu-satunya perawatan yang dapat membuat rambut anda kembali adalah hair transplant.

Mengenali Male Pattern Baldness :
Male Pattern Baldness pada umumnya mengikuti suatu pola tertentu yang dinamakan Norwood Scale / Skala Norwood. Bila agan merasa pola kebotakan agan mirip dengan gambar di bawah ini, besar kemungkinan agan menderita Male Pattern Baldness

Penanganan :
Penanganan yang tepat dapat mengembalikan rambut pada folikel yang dormant, namun tidak pada folikel yang sudah rusak sepenuhnya.Semakin lama seseorang mengalami male pattern baldness, maka semakin banyak pula folikel yang rusak. Tidak ada cara pasti mengetahui suatu folikel rambut berada pada fase dormant atau sudah rusak sepenuhnya. Namun waktu yang diperlukan dari suatu folikel dormant sampai rusak seluruhnya dapat mencapai 10 tahun. Inilah mengapa pria di bawah 35 tahun mempunyai peluang yang baik untuk dapat menumbuhkan rambutnya kembali. Pria berusia 35 sampai 45 mempunyai peluang cukup baik, dan pria di atas 45 tahun dengan skala kebotakan Norwood 3 ke atas sebaiknya berkonsultasi dengan dokter secara pribadi karena peluang keberhasilan pada usia ini sangat bervariasi.
Penanganan pada kasus Male Pattern Baldness ini bersifat komitmen jangka panjang karena DHT akan terus diproduksi oleh tubuh. Penghentian penanganan akan menyebabkan rambut yang sudah tumbuh dapat rontok kembali.

Untuk saat ini penanganan yang paling terbukti secara medis yaitu memakai :

1. Minoxidil 5% :
Minoxidil dahulu adalah obat tekanan darah tinggi dari golongan alpha blocker. Belakangan diketahui bahwa minoxidil melebarkan pembuluh darah kapiler pada folikel rambut. Pembuluh darah kapiler yang lebih lebar akan lebih mudah mengalirkan oksigen dan nutrisi ke folikel rambut sehingga folikel rambut yang mengalami miniaturisasi dapat melebar kembali.Minoxidil ini dapat menyebabkan kerontokan rambut di awal pemakaian (Shedding). Shedding ini terjadi karena minoxidil melebarkan kembali folikel yang mengalami miniaturisasi sehingga rambut yang akarnya mengecil dan tidak sehat akan rontok, namun digantikan rambut yang lebih sehat. Saat ini minoxidil 5% sudah tidak digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi namun digunakan secara topikal untuk penanganan male pattern baldness. 

Minoxidil 5% digunakan dua kali sehari di bagian yang mengalami penipisan, Minoxidil 5% tunggal paling baik bekerja di daerah ubun-ubun dan kurang kuat untuk daerah dahi / frontal. Itulah sebabnya di kemasan minoxidil tunggal selalu disertakan peringatan "not for frontal baldness"

Perhatian Penting : 
Sekalipun minoxidil 5% aman digunakan dan sudah mendapatkan persetujuan FDA, sebagian kecil orang mungkin akan mengalami efek samping terkait efek melebarnya pembuluh darah kapiler seperti pusing, dada berdebar, detak jantung menjadi cepat. Efek samping yang tidak terkait dengan melebarnya pembuluh darah adalah bertambahnya rambut di area wajah, dan pipi menjadi lebih gemuk, dan pada beberapa orang dapat timbul lingkaran hitam di sekitar mata.


2. Finasteride : 
Finasteride merupakan obat golongan 5 alpha reductase inhibitor yang menekan jumlah DHT dalam tubuh dengan memblok enzyme 5 alpha reductase yang merubah testosterone menjadi DHT. Finasteride beredar dalam dua dosis, 5 mg untuk kasus pembesaran prostat (BPH), dan dosis 1 mg untuk kasus Male Pattern Baldness. Finasteride yang beredar di Indonesia adalah Finasteride dosis 5 mg sehingga kita harus memecahnya sendiri menjadi dosis 1 mg. Disarankan memecahnya di Apotek Resmi saja agar dosis bisa tepat. Finasteride yang banyak beredar di Indonesia antara lain merk Proscar, Prostacom, dan Finpro. 

Sekalipun aman dan sudah mendapat persetujuan dari FDA, namun pada sebagian kecil penggunanya (<2%), finasteride 1 mg dapat menyebabkan penurunan libido dan gangguan ereksi. Efek samping ini bersifat sementara dan akan hilang setelah tubuh menyesuaikan diri dengan penggunaan finasteride 1 mg, pada kasus di mana efek samping terus ada dengan diteruskannya pemakaian, setelah pemakaian dihentikan maka efek samping akan berangsur menghilang pula. Sekalipun sangat jarang dilaporkan, pada kasus yang berat, dapat terjadi impotensi yang baru kembali normal setelah penghentian penggunaan Finasteride 1 mg selama 6 bulan.
Perhatian Penting Terkait Finasteride :
- Finasteride tidak digunakan untuk anak-anak, batas usia aman pemakaian Finasteride adalah > 21 tahun
- Konsumsi Finasteride dapat berbahaya pada wanita hamil
- Hentikan penggunaan finasteride setidaknya sebulan sebelum anda mendonorkan darah
- Konsultasikan segala efek samping yang anda rasakan
- Bila anda lupa sudah meminum finasteride atau belum. Lewatkan dosis hari tersebut dan lanjutkan keesokan paginya.


3. Ketoconazole shampoo 2% : 
Ketoconazole shampoo sudah dikenal luas sebagai terapi pengobatan ketombe (pytiriatis capitis) dan juga dermatitis seborroic. Namun belakangan diketahui bahwa ketoconazole shampoo 2% juga dapat digunakan untuk melawan kerontokan rambut akibat male pattern baldness. Ketoconazole shampoo 2% bekerja dengan cara mengurangi produksi sebum dan juga memblok DHT secara local di kulit kepala. Ketoconazole shampoo kurang memberikan hasil yang baik pada terapi tunggal dan pada male pattern baldness penggunaan ketoconazole shampoo 2% ini dikombinasikan dengan minoxidil 5%.

Next ane upload lagi tentang regimen perawatannya...


Attached Files Thumbnail(s)
   






Forum Jump:


Users browsing this thread:
1 Guest(s)